Pasien Dibimbing Bertayamum

KEPASTIAN layanan dan keselamatan pasien. Dua aspekinilah yang difokuskan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa dalam memberikan pelayanan. Lalu, dibingkai pula dengan pelayanan islami, yakni pelayanan yang holistik sesuai dengan visi Kota Banda Aceh sebagai model Kota Madani

, sebagaimana yang dicitacitakan Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, SE.

Pelayanan islami sebetulnya adalah sistem pelayanan menyeluruh dan holistik, yang meliputi fisik, mental, dan spritual, yang berlandaskan padakaidah-kaidah ilmu pengetahuan, dan selalu merujuk pada prinsip Islam, baik dari sisi akidah,ibadah, dan akhlak. Pada aspek inilah yang membedakan rumah sakit milik Pemerintah Kota Banda Aceh ini dengan beberapa rumah sakit lainnya.

Direktur RSUD Meuraxar dr Syahrul Sp.S (K) mengatakan, sebuah rumah sakit harus selalu melakukan pengembangandalam berbagai aspek, agar dapat terus memberikan pelayanan terbaik, berkualitas, dan profesional.Itulah sebabnya, sebagai salah satu SKPD di bawah Pemerintah Kota Banda Aceh, rumah sakit ini bertekad dan berupaya secarasebagai Model Kota Madani. Saat ini RSUD Meuraxa memberikan pelayanan medis terutama untuk masyarakat Kota Banda Aceh, dan masyarakatdari Aceh Besar, Sabang, Aceh Jaya, Pidie dan juga dari kabupaten/kota lainnya yang ada di Aceh. Direktur RSUD Meuraxa mengatakan, ada sejumlah pelayanan sederhana islami yang dilakukan. Di setiap ruang perawatan pasien, disediakan sajadah dan Alquran dalam jumlah yang mencukupi dengan penanda arah kiblat yang jelas.

Ustaz-ustaz mendatangi ruangan pasien untuk memberikan tausiyah, sehingga ada ketenteraman hati dan jiwa. Bagi pasien yang dalam kondisi sakit Mengejar Akreditasi Paripurna rumah sakitmerupakan pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada manajemen rumah sakit, karena telah memenuhi standar yang ditetapkan.

Saat ini RSUD Meuraxa telah mendapatkan akreditasi B dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit. Sejalan dengan upaya peningkatan kualitas yang terus menerus, rumah sakit milik PemerintahKota Banda Aceh ini menargetkan meraih Akreditasi Paripurna dalam beberapa bulan ke depan. Manajemen RSU Meuraxa melakukan pembenahan di sanasini menuju Akreditasi Paripurna. Upaya tersebut dilakukan dengan menambah berbagaifasilitas dan meningkatkan mutu SDM. “Harapannya mendapatkan Akreditasi Paripurna.

Mudah-mudahan, Insya Allah, karena ini memang tidak mudah,” kata Syahrul. Dijelaskan,semua tindakan harus didasarkan pada Standar Prosedur Operasi yang ada. “Kalau masuk GD, apa yang dilakukanpertama, berapa menit dapat tindakan, dan lain sebagainya. Yang kedua tentang eselamatan pasien, harus bisa dibuktikan. Jadi, kalau misalnya pasien tidak boleh jatuh, tempat tidur harus bagus. Berikutnya, fasilitas pun harus dipenuhi, mulai dapur, mesin cuci, keterampilan dokter dan perawat, kamar mayat. Semua dinilai,” kata dia. Saat ini pihaknya telah memberikan pelayanan sesuai dengan standar rumah sakit kelas B. Sejalan dengan bergulirnya waktu, akan ditambah berbagai fasilitas hingga bisa memenuhi standar yang ditentukan untuk meraih Akreditasi Paripurna.

“Tetapi, jangan salah, kita bukan mengejar sertifikatnya, melainkan memberikan pelayanan terbaik yangmemuaskan masyarakat. Kalaulah dengan peningkatan kualitas tersebut mendapatkan Akreditasi Paripurna, ya alhamdulillah,”katanya. Jika kepastian layanan dan keselamatan pasien tercapai, maka orang Aceh tidak perlu lagi berobat ke Penang, seperti selama ini terjadi.“Ada jaminan kepastian layanan dan keselamatan pasien. Ini saja persoalan. Kalau dua hal ini tercapai, tidak perlu lagi ke Penang. Di UGD misalnya, dalam rentang 1-5 menit, harus jelas diagnosanya. Menit ke-6 harus ada tindakan, “ kata Syahrul.

Kualitas pelayanan terusditingkatkan. Waktu menunggu mendapatkan obat misalnya,dijatahkan 20 menit. Komunikasi dokter dengan laboratorium atau apotek berjalan riil time secara online. “Kita nggak pakai lagi kertas, paper less,” kata dia.Syahrul juga ingin mengejar status sebagai rumah sakit pendidikan, seperti halnya Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin. Jika bisa menjadi jejaring nstitusi pendidikan tinggi, maka akan banyak manfaat yang didapat, baik oleh kampus yang bersangkutan maupun bagi RSU Meuraxa itu sendiri. Transfer ilmu akan mudah dilakukan. Pelayanan yang didapatkan pasien akan berlapis. Semua rumah sakit terkenal di dunia juga sekaligus sebagai rumah sakit pendidikan.

Di samping memberikan pelayanan, juga bisa menjadi tempat pendidikan bagi mahasiswa fakultas kedokteran. Selain itu, setiap indakan di rumah akit, kaidah akademik akan masuk,” kata mantan Dekan Fakultas Kedokteran Unsyiah ini. (*)