
Salah satu efek samping dari makanan pedas adalah bisa bikin kita sakit perut. Mungkin beberapa dari Sahabat juga bertanya-tanya, mengapa makan makanan pedas bisa menyebabkan sakit perut?
Salah satu penyebabnya adalah capsaicin yang terkandung dalam makanan pedas, bersentuhan dengan lapisan perut dan menempel pada pemindai rasa nyeri. Lalu, pemindai ini akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa ada sensasi seperti terbakar atau sakit.
Pada penderita asam lambung, gejalanya bisa jadi lebih parah. Pasalnya, makanan pedas bisa memicu asam dalam lambung naik ke kerongkongan hingga menyebabkan rasa nyeri pada perut.
Lalu, bagaimana cara mengatasi sakit perut karena makan makanan pedas? Yuk, simak paparan lengkap berikut ini!
8 Cara Mengatasi Sakit Perut karena Makan Pedas
Untuk meredakan sakit perut setelah makan makanan pedas, Anda bisa mengikuti cara-cara berikut ini.
1. Susu
Jenis susu yang bisa konsumsi adalah susu murni dan susu skim. Lalu, apa hubungan makanan pedas dan susu?
Menurut jurnal Physiology & Behavior, susu, terutama yang rendah lemak, memiliki kadar protein casein yang tinggi. Protein inilah yang dapat mengurai capsaicin yang terdapat dalam makanan pedas.
Maka dari itu, setelah minum susu, rasa sakit perut dapat mereda secara perlahan.
2. Minum Air Mineral
Air mineral mungkin bukan pilihan terbaik untuk mengatasi sensasi terbakar di mulut yang disebabkan makanan pedas. Namun, air mineral dapat meredakan rasa nyeri pada perut.
Menurut sejumlah pakar, air mineral dapat membantu mengencerkan asam lambung dan membersihkan kerongkongan dari asam.
Selain itu, hindari minum air mineral dalam volume banyak sekaligus, ya! Hal ini akan membuat perut Anda lebih merasa tidak nyaman.
3. Minum Teh Chamomile
Teh chamomile memiliki senyawa anti inflamasi yang dapat meredakan peradangan, merangsang pengeluaran gas, dan merilekskan otot saluran pencernaan.
Studi dalam Molecular Medicine Reports menunjukkan, khasiat teh chamomile bisa menurunkan produksi asam lambung, yang sama efektifnya dengan obat asam lambung.
4. Jahe
Kandungan senyawa antiradang pada jahe dapat meringankan keluhan sakit perut, perut kembung, diare, mual dan muntah, hingga irritable bowel syndrome.
Berbagai studi menyebut bahwa bahan herbal ini dapat mengurangi rasa nyeri pada perut.
Bahkan, jahe juga kerap digunakan untuk mengobati dispepsia atau penyakit terlalu kenyang yang membuat kita sakit perut.
Karena efek untuk saluran pencernaan bagus, tentu jahe bisa jadi alternatif ketika Anda sakit perut setelah makan makanan pedas.
5. Minum Olahan Gel Lidah Buaya
Olahan gel lidah buaya dapat meredakan rasa nyeri dan panas pada perut karena mengandung senyawa antrakuinon. Senyawa ini akan meningkatkan jumlah air di dalam usus sehingga pergerakan saluran pencernaan akan lebih lancar.
Pergerakan inilah yang meredakan rasa nyeri pada perut.
Untuk mengonsumsinya, Anda hanya perlu minum setengah gelas gel lidah buaya. Anda bisa mengonsumsi sebelum makan atau kapan pun saat merasa sakit perut.
6. Makan Pisang
Kandungan di dalam pisang juga akan membantu Anda yang sakit perut setelah makan makanan pedas. Bagaimana caranya?
Pisang ternyata dapat menetralkan asam lambung dengan cara melapisi dinding kerongkongan yang teriritasi. Selain itu, serat pektin di dalam pisang juga membantu melancarkan saluran pencernaan
Hal ini akan membuat perut merasa lebih nyaman dan rasa nyeri pun berkurang.
7. Hindari Minuman Beralkohol dan Berkafein
Minuman beralkohol dan berkafein dapat meningkatkan iritasi pada lambung dan memperburuk sensasi panas. Sebaiknya hindari minuman-minuman ini setelah makan makanan pedas untuk mencegah peningkatan ketidaknyamanan pada perut.
8. Minum Obat
Jika sejumlah cara di atas tidak mampu meredakan rasa nyeri dan panas pada perut akibat makanan pedas, Anda bisa mengonsumsi obat. Anda juga tidak perlu khawatir sulit menemukannya karena obat ini bebas dijual di apotek.
Beberapa obat yang biasanya direkomendasikan oleh dokter untuk meredakan nyeri pada perut adalah antasida dan maalox. Kedua obat itu dipercaya dapat menetralkan asam yang dihasilkan makanan pedas dan mencegah GERD.
Namun, bagi Anda yang memiliki riwayat alergi obat, sebaiknya konsultasi dengan dokter dulu sebelum minum obat, ya!