
Diet Yo-Yo: Turun Cepat, Naik Lebih Cepat dan Berisiko bagi Kesehatan
Diet sering menjadi pilihan banyak orang untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Namun, pola diet yang tidak berkelanjutan justru dapat memicu fenomena yang dikenal sebagai diet yo-yo. Diet yo-yo adalah kondisi ketika berat badan turun drastis dalam waktu singkat, tetapi kembali naik dengan cepat setelah pola makan normal kembali diterapkan.
Fenomena ini umumnya terjadi akibat pembatasan kalori yang terlalu ketat atau pola diet ekstrem. Saat asupan kalori dikurangi secara drastis, tubuh akan merespons dengan memperlambat metabolisme sebagai mekanisme bertahan hidup. Akibatnya, ketika pola makan kembali normal, tubuh lebih mudah menyimpan energi dalam bentuk lemak sehingga berat badan meningkat lebih cepat dari sebelumnya.
Tidak hanya berdampak pada berat badan, diet yo-yo juga dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Pola naik-turun berat badan yang berulang dapat meningkatkan penumpukan lemak visceral atau lemak di sekitar organ dalam, yang berkaitan dengan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolisme. Selain itu, fluktuasi berat badan yang ekstrem juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon, kesehatan pencernaan, serta menurunkan massa otot.
Dari sisi psikologis, diet yo-yo kerap menimbulkan stres, rasa bersalah, dan ketidakpuasan terhadap tubuh. Kondisi ini dapat memicu hubungan yang tidak sehat dengan makanan dan meningkatkan risiko gangguan makan, terutama bila diet dilakukan tanpa pendampingan tenaga kesehatan.
Para ahli kesehatan menyarankan agar penurunan berat badan dilakukan secara bertahap dan realistis. Pola makan seimbang, aktivitas fisik yang teratur, serta perubahan gaya hidup jangka panjang dinilai lebih aman dan efektif dibandingkan diet ekstrem. Pendekatan ini tidak hanya membantu menjaga berat badan tetap stabil, tetapi juga mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Dengan memahami risiko diet yo-yo, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam memilih metode penurunan berat badan. Konsultasi dengan tenaga medis atau ahli gizi menjadi langkah penting agar diet yang dijalani tidak hanya berfokus pada angka timbangan, tetapi juga pada kesehatan jangka panjang.

