Alamat
Jl. Soekarno - Hatta No.1, Mibo, Kec. Banda Raya, Kota Banda Aceh, Aceh 23231
Layanan IGD
24 JAM
Call Center

TOSS TBC: Upaya Temukan dan Obati Tuberkulosis Sampai Sembuh

Artikel Kesehatan 0 kementar

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kuman ini masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan dan dapat menyerang berbagai organ tubuh, terutama paru-paru. Karena sifatnya yang menular, TBC menjadi salah satu penyakit infeksi yang perlu mendapatkan perhatian serius dari masyarakat dan tenaga kesehatan.

Secara global, TBC masih menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia setelah HIV. Di Indonesia, angka kasus TBC juga tergolong tinggi. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah kasus TBC di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 1.000.000 kasus. Sementara itu, angka kematian akibat penyakit ini diperkirakan mencapai sekitar 110.000 kasus setiap tahunnya.

Sebagai upaya menekan angka penularan dan meningkatkan kesembuhan pasien, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menggalakkan program TOSS TBC. TOSS TBC merupakan singkatan dari Temukan dan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis. Program ini bertujuan untuk menemukan kasus TBC sedini mungkin, memberikan pengobatan yang tepat, serta memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain.

Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa langkah utama dalam program TOSS TBC, yaitu:

  1. Menemukan gejala TBC di masyarakat sedini mungkin.

  2. Mengobati pasien TBC dengan cepat dan tepat sesuai standar pengobatan.

  3. Memantau proses pengobatan hingga pasien dinyatakan sembuh.

Masyarakat juga perlu mengenali gejala-gejala Tuberkulosis agar dapat segera melakukan pemeriksaan. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:

  • Batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu

  • Mengalami sesak napas

  • Berkeringat di malam hari tanpa aktivitas

Apabila mengalami gejala-gejala tersebut, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke puskesmas, klinik, atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain pengobatan, pencegahan penularan TBC juga sangat penting. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menerapkan etika batuk dan bersin, seperti:

  • Menggunakan masker

  • Menutup mulut dan hidung dengan lengan bagian dalam

  • Menutup mulut dan hidung menggunakan tisu saat batuk atau bersin

  • Membuang tisu bekas ke tempat sampah

  • Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir

Kementerian Kesehatan memberikan perhatian khusus terhadap pengendalian TBC. Pasalnya, apabila pengobatan tidak dilakukan secara tepat dan tidak sampai tuntas, kuman TBC dapat menjadi kebal terhadap obat. Kondisi ini dikenal dengan Tuberculosis Multi-Drug Resistant (TB-MDR) atau bahkan Tuberculosis Extensively Drug Resistant (TB-XDR) yang jauh lebih sulit diobati.

Saat ini, layanan pengobatan TBC telah tersedia secara luas di Indonesia. Seluruh puskesmas sudah dapat memberikan pelayanan pengobatan TBC. Selain itu, klinik, rumah sakit, serta dokter praktik swasta juga mampu memberikan pelayanan diagnosis dan pengobatan penyakit ini.

Selama lebih dari tujuh dasawarsa terakhir, sekitar 300.000 pasien Tuberkulosis mendapatkan layanan pengobatan setiap tahunnya. Tingkat keberhasilan pengobatan (success rate) di Indonesia juga cukup tinggi, yaitu mencapai 90 persen. Artinya, dari setiap 100 pasien TBC yang menjalani pengobatan secara teratur dan sesuai prosedur, sekitar 90 orang dapat dinyatakan sembuh.

Dengan kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala sejak dini serta menjalani pengobatan hingga tuntas, diharapkan penularan Tuberkulosis dapat ditekan dan semakin banyak pasien yang dapat disembuhkan.

0 kementar

Jawab

GPR Kominfo

POLIKLINIK
DOKTER JAGA
DARURAT
STATISTIK
TESTIMONI