Kamis, 23 Juli 2026
Menu Utama
Call Center
Alamat
Jl. Soekarno - Hatta No.1, Mibo, Kec. Banda Raya, Kota Banda Aceh, Aceh 23231
Call Center

Mengenal Kardiologi Intervensi: Teknologi Modern untuk Mengatasi Penyakit Jantung Tanpa Operasi Besar

Mengenal Kardiologi Intervensi: Teknologi Modern untuk Mengatasi Penyakit Jantung Tanpa Operasi Besar
Mengenal Kardiologi Intervensi: Teknologi Modern untuk Mengatasi Penyakit Jantung Tanpa Operasi Besar
Tersalin
21/07/2026 / Artikel Kesehatan

Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Banyak masyarakat mengira bahwa semua penyakit jantung harus ditangani dengan operasi bedah terbuka. Padahal, kemajuan teknologi kedokteran kini menghadirkan kardiologi intervensi, yaitu metode penanganan penyakit jantung dengan prosedur minimal invasif yang lebih aman, efektif, dan mempercepat proses pemulihan pasien.

Apa Itu Kardiologi Intervensi?

Kardiologi intervensi adalah subspesialisasi dalam ilmu penyakit jantung dan pembuluh darah yang berfokus pada diagnosis serta pengobatan berbagai penyakit jantung menggunakan prosedur berbasis kateter. Kateter berupa selang kecil dimasukkan melalui pembuluh darah di pergelangan tangan atau lipat paha, kemudian diarahkan menuju jantung tanpa perlu melakukan operasi pembukaan dada.

Metode ini memungkinkan dokter mengatasi penyumbatan pembuluh darah, memperbaiki kelainan tertentu pada jantung, hingga menangani kondisi darurat seperti serangan jantung dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.

Kapan Seseorang Membutuhkan Kardiologi Intervensi?

Dokter spesialis jantung subspesialis kardiologi intervensi biasanya menangani pasien dengan kondisi seperti:

  • Penyakit jantung koroner akibat penyumbatan pembuluh darah.
  • Serangan jantung akut yang membutuhkan tindakan segera.
  • Penyempitan pembuluh darah jantung.
  • Kelainan katup jantung tertentu.
  • Penyakit pembuluh darah perifer.
  • Beberapa kelainan jantung bawaan yang dapat ditangani tanpa operasi terbuka.

Prosedur yang Dilakukan

Beberapa tindakan yang umum dilakukan dalam kardiologi intervensi antara lain:

1. Angiografi Koroner

Pemeriksaan menggunakan zat kontras dan sinar-X untuk melihat kondisi pembuluh darah jantung. Prosedur ini membantu dokter mengetahui lokasi serta tingkat penyumbatan pembuluh darah.

2. Angioplasti Koroner (Balloon Angioplasty)

Jika ditemukan penyempitan, dokter akan mengembangkan balon kecil pada ujung kateter untuk membuka kembali aliran darah yang tersumbat.

3. Pemasangan Ring Jantung (Stent)

Setelah pembuluh darah terbuka, dokter dapat memasang stent atau cincin kecil yang berfungsi menjaga pembuluh darah tetap terbuka sehingga aliran darah kembali lancar.

Baca Juga :  Jantung Sehat, Hidup Lebih Berkualitas: Kenali Cara Menjaga Organ Vital Anda

4. Primary Percutaneous Coronary Intervention (Primary PCI)

Merupakan tindakan darurat pada pasien serangan jantung akut. Semakin cepat prosedur dilakukan, semakin besar peluang menyelamatkan otot jantung dan meningkatkan angka keselamatan pasien.

Keunggulan Kardiologi Intervensi

Dibandingkan operasi jantung terbuka, prosedur intervensi memiliki berbagai keuntungan, antara lain:

  • Tidak memerlukan sayatan besar pada dada.
  • Nyeri pascatindakan lebih ringan.
  • Risiko perdarahan lebih kecil.
  • Lama rawat inap lebih singkat.
  • Proses pemulihan lebih cepat.
  • Pasien dapat kembali beraktivitas dalam waktu yang lebih singkat sesuai anjuran dokter.

Siapa yang Berisiko Mengalami Penyakit Jantung?

Risiko penyakit jantung meningkat pada seseorang yang memiliki faktor berikut:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Diabetes melitus.
  • Kolesterol tinggi.
  • Kebiasaan merokok.
  • Obesitas.
  • Kurang aktivitas fisik.
  • Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
  • Pola makan tinggi lemak, gula, dan garam.
  • Stres berkepanjangan.

Gejala yang Tidak Boleh Diabaikan

Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami:

  • Nyeri dada seperti ditekan atau tertindih.
  • Sesak napas.
  • Nyeri menjalar ke lengan kiri, bahu, leher, atau rahang.
  • Jantung berdebar hebat.
  • Mudah lelah tanpa sebab yang jelas.
  • Keringat dingin disertai nyeri dada.

Apabila gejala muncul secara mendadak dan berlangsung lebih dari 15 menit, terutama disertai sesak napas atau keringat dingin, segera menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penanganan yang cepat dapat menyelamatkan nyawa dan mengurangi kerusakan otot jantung.

Pencegahan Tetap Menjadi Langkah Terbaik

Meski teknologi kardiologi intervensi semakin maju, pencegahan tetap merupakan cara terbaik untuk menjaga kesehatan jantung. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Berhenti merokok.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Rutin berolahraga minimal 150 menit setiap minggu.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama bagi yang memiliki faktor risiko.
0 kementar

Jawab