
Cara Berjalan Bisa Jadi Petunjuk Dini Demensia, Bahkan Sejak Usia 30-an
Gejala gangguan otak ternyata tidak hanya terlihat dari penurunan daya ingat atau perubahan perilaku, tetapi juga dapat dikenali melalui cara seseorang berjalan. Salah satu gangguan otak yang dimaksud adalah demensia, yaitu gangguan kognitif yang menyebabkan penurunan kemampuan berpikir, mengingat, serta menjalani aktivitas sehari-hari.
Selama ini, demensia kerap dikaitkan dengan proses penuaan. Namun, sejumlah temuan menunjukkan bahwa gejala demensia juga dapat muncul pada usia yang lebih muda, bahkan sejak usia 30-an. Kondisi ini dikenal sebagai demensia onset dini dan kini menjadi perhatian serius di dunia medis.
Dikutip dari LadBible, pergeseran usia munculnya demensia mendorong para peneliti untuk melakukan kajian lebih mendalam. Penelitian tersebut bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan, baik dari sisi genetik maupun gaya hidup, yang dapat memicu terjadinya demensia pada usia produktif.
Sementara itu, Dementia UK membagikan panduan terkait perbedaan gejala demensia onset dini dibandingkan jenis demensia lainnya. Pada kondisi ini, gejala tidak selalu diawali dengan gangguan daya ingat, melainkan dapat muncul dalam bentuk perubahan kepribadian, gangguan kesadaran spasial, hingga perubahan pada pergerakan tubuh, termasuk pola berjalan.
Pemahaman terhadap tanda-tanda awal ini diharapkan dapat membantu deteksi lebih dini, sehingga penanganan dan dukungan yang tepat dapat diberikan sedini mungkin.

