
RSUD Meuraxa Fokus Kembangkan Layanan Jantung Terpadu
Banda Aceh – Penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab kematian tertinggi, tidak hanya di Aceh, tetapi juga di seluruh dunia. Menghadapi kenyataan ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Banda Aceh kini mengambil langkah serius dengan memfokuskan pengembangan layanan kesehatan jantung secara terpadu.
Penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner (PJK), adalah kondisi ketika pembuluh darah arteri yang menyuplai darah ke jantung mengalami penyempitan akibat penumpukan plak lemak (aterosklerosis). Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan nyeri dada (angina) hingga serangan jantung mendadak. Di Aceh sendiri, data menunjukkan bahwa penyakit jantung masih mendominasi sebagai penyebab utama rawat inap dan kematian.
Menurut dr. Haris Munirwan, SpJP, Subsp. KI(K)-FIHA, dokter spesialis jantung di RSUD Meuraxa, rumah sakit Meuraxa saat ini sudah memiliki 5 dokter spesialis jantung, termasuk 4 konsultan ahli di bidang masing-masing.
“Secara SDM kami sangat siap. Kami sudah mulai mengembangkan layanan intervensi jantung dan ini sejalan dengan program prioritas Kementerian Kesehatan,” ujar dr. Haris.
Selain dokter, perawat di RSUD Meuraxa juga telah mendapatkan pelatihan khusus dalam menangani pasien jantung. Fokus utama pengembangan saat ini adalah pada penanganan penyakit jantung koroner.
Layanan Jantung yang Telah Tersedia
RSUD Meuraxa telah memiliki sejumlah fasilitas penting dalam layanan penyakit jantung, seperti:
- ICCU (Intensive Cardiac Care Unit) – ruang rawat intensif khusus pasien jantung
- Echocardiography (Echo) – alat untuk mendiagnosis gangguan jantung
- Treadmill Test – pemeriksaan untuk mendeteksi penyumbatan arteri koroner
- Cathlab (Catheterization Laboratory) – ruang tindakan untuk prosedur intervensi seperti pemasangan stent
Mengenal Penyakit Jantung Koroner dan Penyebabnya
Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah akibat plak lemak yang menumpuk di arteri. Seiring waktu, plak ini bisa pecah dan membentuk gumpalan darah yang menyumbat aliran darah ke jantung, menyebabkan serangan jantung (infark miokard).
- Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner:
- Usia lanjut – Risiko meningkat seiring bertambahnya usia.
- Jenis kelamin – Pria lebih rentan, terutama karena respons terhadap stres.
- Riwayat keluarga – Faktor genetik turut berpengaruh.
- Merokok – Nikotin dan karbon monoksida merusak pembuluh darah.
- Hipertensi dan kolesterol tinggi – Tekanan darah dan lemak darah tinggi memicu kerusakan arteri.
- Diabetes – Meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah.
- Obesitas – Menambah beban kerja jantung.
- Stres dan trauma mental berkepanjangan – Terbukti berdampak pada kesehatan jantung.
Pencegahan tetap menjadi kunci utama melawan penyakit jantung. Menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, mengelola stres, serta tidak merokok adalah langkah sederhana namun efektif.
Dengan komitmen RSUD Meuraxa dalam mengembangkan layanan jantung terpadu, masyarakat Aceh kini memiliki harapan lebih besar untuk mendapatkan penanganan jantung yang lebih cepat, tepat, dan terintegrasi. (*)