Alamat
Jl. Soekarno - Hatta No.1, Mibo, Kec. Banda Raya, Kota Banda Aceh, Aceh 23231
Layanan IGD
24 JAM
Call Center

Waspada Child Grooming, Orang Tua Diminta Peka terhadap Perubahan Perilaku Anak

Artikel Kesehatan 0 kementar

Fenomena child grooming belakangan menjadi perhatian serius karena kerap berujung pada kekerasan seksual terhadap anak. Dalam konteks ini, peran orang tua dinilai sangat krusial untuk mencegah anak terjerat manipulasi pelaku yang memanfaatkan celah emosional korban.

Psikolog klinis Meity Arianty menjelaskan bahwa child grooming merupakan bentuk manipulasi emosional yang dilakukan orang dewasa terhadap anak secara bertahap. Proses ini biasanya diawali dengan pemilihan target yang dianggap rentan.

“Biasanya yang rentan itu anak-anak yang kurang kasih sayang, kurang perhatian, dan anak-anak yang membutuhkan validasi. Kelompok ini sangat rentan,” ujar Meity dalam program detikPagi.

Setelah menentukan target, pelaku mulai membangun kepercayaan melalui perhatian yang intens dan berkelanjutan. Tahap berikutnya adalah isolasi emosional, di mana korban perlahan dijauhkan dari orang tua atau lingkungan terdekatnya. Pada fase ini, pelaku juga mulai melakukan normalisasi seksual melalui percakapan-percakapan tertentu.

Seiring waktu, pelaku dan korban akan memiliki rahasia bersama yang menciptakan ikatan dan ketergantungan emosional. Dari sinilah manipulasi, ancaman, hingga eksploitasi mulai terjadi.
“Korban terjebak dalam ikatan emosional yang destruktif dan sangat sulit untuk dilepaskan,” jelas Meity.

Ia menekankan pentingnya keterbukaan antara orang tua dan anak. Orang tua diimbau untuk waspada terhadap perubahan perilaku, seperti anak yang tiba-tiba menjadi pendiam, murung, atau justru berubah sangat ekspresif tanpa sebab yang jelas.

“Perlu juga diperhatikan apakah anak mulai menyimpan banyak rahasia,” tambahnya.

Jika orang tua mencurigai adanya masalah, Meity menyarankan agar pendekatan dilakukan dengan empati, bukan kemarahan. Menurutnya, pelaku child grooming sering hadir mengisi kekosongan emosional ketika hubungan anak dengan orang tua atau keluarga mulai renggang. Sikap terbuka dan komunikasi yang hangat menjadi kunci utama pencegahan.

0 kementar

Jawab

GPR Kominfo

POLIKLINIK
DOKTER JAGA
DARURAT
STATISTIK
TESTIMONI