

Penyakit cacar ditandai dengan munculnya ruam pada kulit yang berubah menjadi lepuh dan dapat meninggalkan bekas permanen. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai jenis virus, contohnya Varicella zoster dan Poxvirus.
Pahami jenis cacar berdasarkan penyebabnya agar kamu bisa mengambil langkah pencegahan dan pengobatan yang tepat.
Varicella zoster adalah virus yang paling umum menyebabkan cacar. Nah, berikut jenis-jenis cacar yang disebabkan oleh virus Varicella zoster:
Cacar air adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella-Zoster. Penyakit ini sering menyerang anak-anak.
Meski begitu, orang dewasa yang belum pernah terinfeksi juga bisa mengalaminya. Gejala cacar air meliputi:
Virus Varicella zoster dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan lepuh atau melalui udara saat pengidapnya batuk atau bersin.
Biasanya, cacar air tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 minggu. Namun, kamu tetap wajib waspada terhadap risiko komplikasinya.
Adapun komplikasi cacar air yang umum terjadi pada dewasa adalah infeksi paru atau pneumonia, sedangkan pada anak adalah infeksi kulit dan jaringan lunak.
Cacar api, atau shingles, juga disebabkan oleh virus Varicella zoster yang kembali aktif di tubuh setelah seseorang sembuh dari cacar air.
Penyakit ini lebih sering terjadi pada orang dewasa atau lansia, terutama mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Gejala cacar api meliputi:
Komplikasi cacar api dapat meliputi neuralgia pasca-herpes, yaitu nyeri saraf yang berlangsung lama setelah ruam hilang. Vaksin shingles tersedia untuk mengurangi risiko penyakit ini.
Adapun jenis cacar yang disebabkan oleh Poxvirus, seperti berikut ini:
Smallpox atau cacar variola adalah penyakit serius yang disebabkan oleh Variola virus.
Penyakit ini telah diberantas secara global pada tahun 1980 melalui program vaksinasi massal oleh WHO.
Gejala smallpox yang paling umum meliputi:
Smallpox memiliki tingkat kematian yang tinggi sebelum vaksin ditemukan.
Meskipun sudah diberantas, penelitian terhadap Variola virus tetap dilakukan untuk mencegah potensi penggunaan virus ini sebagai senjata biologis.
Cacar monyet adalah jenis cacar yang disebabkan oleh Monkeypox virus. Faktanya, virus ini masih satu keluarga dengan Variola virus.
Cacar monyet lebih sering terjadi di daerah Afrika Tengah dan Barat tetapi telah menjadi perhatian global karena kasus yang meningkat di luar wilayah endemik.
Gejalanya meliputi:
Penyebaran monkeypox terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pengidapnya atau hewan yang terinfeksi. Vaksin cacar air bisa memberikan perlindungan parsial terhadap monkeypox.
Selain cacar monyet, ada juga cacar sapi atau cowpox. Penyakit ini tergolong ringan dan disebabkan oleh Cowpox virus.
Penyakit ini jarang terjadi pada manusia dan biasanya ditularkan melalui kontak dengan hewan seperti sapi atau kucing. Gejalanya meliputi:
Cowpox memiliki sejarah penting dalam dunia medis karena digunakan untuk mengembangkan vaksin pertama oleh Edward Jenner pada akhir abad ke-18.